Ayah Tiri di Lebong Ditangkap, Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur di Pondok Kebun

Ayah Tiri di Lebong Ditangkap, Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur di Pondok Kebun

Ayah Tiri di Lebong Ditangkap, Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur di Pondok Kebun

*LEBONG -* Polres Lebong menangkap seorang pria berinisial YP (34), warga Kecamatan Lebong Tengah, atas dugaan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak tirinya yang masih berusia 12 tahun.

Penangkapan dilakukan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Lebong yang dipimpin Kanit PPA IPDA Abdul Gafur, S.I.Kom, pada Jumat 2 Oktober 2026 sekitar pukul 17.00 WIB di sebuah pondok kebun di Desa Tanjung Bungai I, Kecamatan Lebong Tengah.

Kasus ini terungkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/81/X/2026/SPKT/Polres Lebong/Polda Bengkulu tanggal 1 Oktober 2026. Pelapor adalah paman korban, Nupril Mutadi (51), warga Desa Suka Bumi, Kecamatan Lebong Sakti.

Berdasarkan laporan, dugaan perbuatan asusila itu terjadi pada 30 Juli 2026 sekitar pukul 23.00 WIB di kamar pondok kebun di Desa Tanjung Bungai I. Saat itu korban tengah berada di pondok bersama ibu, adik, dan ayah tirinya.

Perbuatan tersebut terbongkar setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sepupunya. Cerita itu kemudian diteruskan ke keluarga besar, hingga akhirnya pihak keluarga melaporkan ke Polres Lebong.

“Setelah menerima laporan, tim langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan terduga pelaku di lokasi kejadian,” ujarnya.

Untuk barang bukti saat ini masih menunggu penetapan dari pengadilan. Kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh penyidik PPA Polres Lebong.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dijerat Pasal 473 ayat (2) huruf b atau Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Polres Lebong menegaskan komitmennya untuk menangani kasus kekerasan terhadap anak secara serius dan mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap anak di lingkungannya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *